Selasa, 08 Maret 2016

Teruntuk:anjeun

Ada 7 miliar penduduk bumi saat ini. Jika separuh saja dari mereka pernah jatuh cinta, setidaknya akan ada 1 miliar lebih cerita cinta. Akan ada setidaknya 5kali dalam setiap detik 300 kali dalam semenit dan 18000 kali dalam setiap jam, dan nyaris setengah juta dalam sehari-semalam, seseorang entah di belahan dunia mana, berbinar,  harap harap cemas, gemetar, malu-malu menyatakan perasaannya-Tere liye.
Sementara seseorang di belahan dunia yang lain, sendu, menatap langit, sakit karena sebuah hati yg tak berpihak kepadanya.
Dan ada seseorang dibelahan dunia yg lain yg berharap cemas, menanti hari demi hari akan sebuah pertemuan yg belum pasti, dimana jarak menjadi sekat antara 2 hati. Ada doa diam diam untuk sebuah pertemuan, ada sebuah cerita dibalik rindu yg tertahan, meski perjumpaan tak tau kapan. Namun aku biarkan mimpi melesat menembus awan.

Kita tahu ada banyak sekali cerita cinta di dunia. Namun, cerita cinta milik "kita" adalah yg paling kusukai.
Cerita cinta yg mampu merubah agar 1 sisi belajar menjadi lebih baik sementara sisi lainnya belajar menghadapi. Cinta yg tak pernah perlu saling diungkapkan karna kita mengerti dan tidak pernah khawatir tentang bagaimana isi hati masing masing. Yang kita jalani saat ini adalah anugerah yang hanya patut disyukuri bukan ditakuti.
Percaya saja jika memang aku yg ditulis untukmu. Maka aku akan bersamamu. Semua itu menjadi sesuatu yg sudah ditakdirkan jauhh sebelum kita bertemu. 50.000 thn sebelum bumi diciptakan akan tetapi allah sudah menentukan. Tetapi jika memang bukan, percayalah allah tau sesuatu yg paling baik diatas yg terbaik. Maka biarkan kita nikmati saat ini. Saat dimana kita berharap malam menjadi lebih panjang waktu suara kita bertemu. Saat dimana doa doa yg kita panjatkan untuk satu sama lain, melayang menghiasi langit malam. Saat semua hal yg tidak baik terjadi begitu saja, akan tetapi aku percaya, selama kita bersama semuanya akan baik baik saja.
Jangan takut sejauh apapun jarak kita jika memang jodoh pasti allah punya caranya sendiri untuk mendekatkan.
Aku selalu percaya waktu itu akan datang. Waktu di mana kita menghadapi kerasnya dunia bersama. Waktu di mana kita bisa menari di bawah hujan bukannya menunggu badai reda. Waktu di mana aku merasa baik-baik saja ketika genggam tanganmu ada. Dan sekali lagi, marilah kita terkejut berdua menghadapi hari yang tidak menentu akhirnya.. sampai renta-oka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar